TPID, TP2 DD Kota Langsa dan BI Lhokseumawe Gelar Rapat Teknis

0
98

KLIKACEH, LANGSA : Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Langsa dan Bank Indonesia Lhokseumawe melaksanakan rapat teknis dan koordinasi tindak lanjut hasil High Level Meeting TPID dan TP2DD Kota Langsa di Aula Hotel Diana Kota Lhokseumawe, Selasa (07/06/2022)

Asisten 2 Kota Langsa , Ali Mustafa menyampaikan perkembangan pelaksanaan tugas TPID dan juga perkembangan upaya digitalisasi daerah oleh TP2DD. Selama Triwulan I, TPID Kota Langsa telah melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan Roadmaps Pengendalian Inflasi Kota Langsa yang sudah disepakati di awal tahun. Terkait dengan Kerjasama Antar Daerah (KAD), Ali menyampaikan perlu adanya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan juga peran BI agar KAD dapat berjalan sukses. Seluruh instansi berkomitmen untuk terus menjalankan langkah-langkah strategis sesuai dengan roadmap TPID dan TP2DD yang telah disepakati.

“Upaya tersebut fokus untuk menjaga agar daya beli masyarakat di Kota Langsa tetap stabil selama masa pemulihan ekonomi serta di sisi lain dapat meningkatkan PAD Kota Langsa melalui percepatan digitalisasi” jelasnya.

Wakil Ketua TPID dan TP2DD Kota Langsa, Gunawan menyampaikan agar apa yg telah disepakati dalam pertemuan High Level Meeting TPID dan TP2DD sebelumnya dapat dijalankan secara terukur dan efektif sesuai harapan.
“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi hari raya Idul Adha yang juga berpotensi terhadap kenaikan harga komoditas-komoditas strategis yang menyebabkan inflasi. Lebih lanjut peningkatan harga komoditas dunia yang meningkat seiring pemulihan ekonomi dunia menjadi faktor pendorong inflasi dalam beberapa waktu ke depan. Untuk menjawab tantangan tersebut, seluruh instansi diharapkan untuk berkolaborasi guna mencapai kestabilan inflasi di Kota Langsa,” paparnya. 

Gunawan menambahkan dalam rangka pelaksanaan KAD, segenap Tim anggota TPID dapat melakukan pemetaan neraca pangan untuk melihat surplus dan defisit komoditas daerah. Dengan begitu perencanaan dan pelaksanaan KAD dapat berjalan dengan lebih efektif. Penggunaan informasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) juga perlu untuk dioptimalisasi sehingga dapat meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan harga komoditas strategis. 

Selanjutnya terkait dengan Percepatan dan Perluasan Transaksi Digital lewat TP2DD, Gunawan mengharapkan agar sinergi antar instansi dapat ditingkatkan guna mendorong percepatan digitalisasi daerah, baik di sektor transaksi keuangan dan kegiatan-kegiatan di instasi dengan mekanisme non-tunai. Sebagai contoh tiket masuk tempat wisata di Kota Langsa dalam bentuk non tunai, pembayaran parkir dalam bentuk non-tunai. Hal ini bertujuan untuk peningkatan PAD bagi Pemerintah Daerah dan memberi kemudahan bagi masyarakat Kota Langsa dalam bertransaksi. Gunawan juga menekankan pentingnya digitalisasi UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha yang kemudian pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan APBD daerah.

Turut hadir pada kegiatan dimaksud antara lain Gunawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Ali Mustafa Asisten 2 Bidang Perekonomian Kota Langsa, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kota Langsa, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Langsa, Kadishub, Kabulog, Kabid Pendapatan BPKAD, Direktur Trans Langsa dan instansi terkait lainnya dari Kota Langsa.(RLS/BOS)

BERIKAN KOMENTAR

Silahkan beri komentar anda
Silahkan ketik nama anda disini